TOKYO-International Finance Corporation (IFC) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent) untuk bekerja sama dalam pengembangan dan revitalisasi infrastruktur di provinsi terpadat penduduk di Indonesia ini di Tokyo, Senin (20/5).
Kedua belah pihak bertekad untuk memastikan pembangunan Jawa Barat dikelola dengan cara yang paling berkelanjutan dan keinginan IFC untuk berinvestasi dalam infrastruktur provinsi akan membantu memastikan tercapainya hal ini.
Letter of Intent (LoI) yang merupakan langkah pertama menuju perjanjian formal, ditandatangani di Tokyo oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Vivek Pathak, Direktur IFC untuk Asia Timur dan Pasifik.
Saat ini keduanya tengah menghadiri KTT Walikota U20, yang mempertemukan para walikota dan delegasi senior dari perkotaan dan provinsi di seluruh dunia dengan tujuan untuk meningkatkan profil prioritas pembangunan perkotaan menjelang KTT G20 pada bulan Juni.
“Urbanisasi memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi. Kami telah menyaksikan cepatnya urbanisasi di Jawa Barat. Ketika perkotaan menghasilkan 70% emisi karbon global, maka mengelola pertumbuhan kota harus dengan cara yang tidak memperberat dampak perubahan iklim,” tutur Vivek Pathak, Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik.















