“Secara tahunan, inflasi inti Oktober 2025 tercatat sebesar 2,36% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,19% (yoy),” terangnya.
Demikian juga dengan kelompok volatile food mengalami inflasi.
Dia menjelaskan kelompok volatile food pada Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 0,03% (mtm), menurun dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,52% (mtm).
Inflasi kelompok volatile food disumbang antara lain oleh komoditas cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan akibat gangguan cuaca.
Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 6,59% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya 6,44% (yoy).
“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, kelompok administered prices mengalami inflasi.
Kelompok administered prices pada Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 0,10% (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,06% (mtm).
Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas sigaret kretek mesin dan tarif angkutan udara, seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga jual eceran rokok serta peningkatan harga avtur.













