Pada perdagangan di akhir pekan lalu, terjadi shooting star berkali-kali dan akhirnya IHSG mengonfirmasi pola candlestick yang secara teori berada pada pola bearish.
“Hal ini wajar, karena pola shooting star adalah pertanda bahwa daya jual lebih kuat di hari tersebut, sehingga arah indeks maupun saham adalah menurun”.
Sehingga, menurut analis WH Preject, William Hartanto, kondisi tersebut memungkinkan bagi IHSG untuk melanjutkan tren pelemahan, walaupun pergerakannya sudah membentuk pola bullish flag.
“Kami melihat pembentukkan pola ini sebagai peluang menarik untuk tetap mencicil beli saham,” ucapnya.
Dia menegaskan, setelah pergerakan IHSG mendekati level resistance pada pola breakout maupun pada saat breakout, kondisi ini menjadi momentum profit taking.
IHSG diestimasikan membentuk demand zone pada area 6.803-6.944 dan diperkirakan terjadi pelemahan terbatas dalam tiga hari di pekan ini.
“Hari ini kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung melemah dalam range 6803-7025. Resistance di level 7.025 adalah resistance yang menjadi gap pada 16 Juni 2022, sedangkan resistance terdekat pada demand zone IHSG ada pada level 6.944,” papar William.
Untuk itu, lanjut William, pada perdagangan di awal pekan ini WH Project merekomendasikan kepada para pelaku pasar untuk mencermati pergerakan harga saham BIPI, BUMI, MDLN, CPIN, HEAL, SNLK, TLKM dan BBRI.












