JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari berpotensi melanjutkan tren menurun, setelah kemarin ditutup melemah 1,55 persen ke level 6.161.
Koreksi IHSG di perdagangan Senin (24/3) dipengaruhi penurunan harga pada 500 saham, sedangkan kenaikan hanya terjadi pada 134 saham dan ada 168 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin tercatat Rp14,37 triliun atau menurun dibandingkan Jumat pekan lalu Rp21,7 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh organisasi research and trading saham, WH Project, saat ini ada harapan bagi IHSG untuk mengalami kondisi jenuh jual, namun peluang kenaikan belum terkonfirmasi dalam satu hari perdagangan.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSGberpotensi bergerak melemah, dengan range pergerakan di level 6.000-6.361,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Selasa (25/3).
Dia menyebutkan, pada perdagangan kemarin investor asing kembali melakukan aksi jual bersih, terutama terjadi pada saham BBRI, ICBP, MAPI, BREN dan BBNI.
Kemarin, net foreign sell di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp103,03 miliar.
Secara teknikal, kata William, IHSG membentuk pola long legged hammer, karena sempat melemah hingga 4 persen dan selanjutnya mengalami rebound.













