JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)pada perdagangan hari ini berpotensi lanjut melemah, setelah di akhir pekan lalu ditutup terkoreksi 0,25 persen ke level 8.163.
Pelemahan IHSGdi perdagangan Jumat (31/10) dipengaruhi penurunan harga pada 377 saham, sedangkan 272 saham terpantau menguat dan ada 161 saham tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi di akhir pekan lalu Rp19,18 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp21,81 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi research and trading saham, WH Project, pada perdagangan di akhir Oktober 2025, IHSG bergerak mixed dan masih dalam tren menguat.
Namun mengacu pada siklus tahunan, IHSG akan menghadapi November yang memiliki kecenderungan pelemahan.
“Secara historis, IHSG memiliki peluang melemah di November yang relatif tinggi, sehingga ada potensi koreksi terbatas pada IHSG di bulan ini,” kata analis WH Project, William Hartantodalam riset harian untuk perdagangan Senin (3/11).
Secara teknikal, lanjut William, IHSG membentuk pola spinning top pada Oktober, hal ini menunjukan bahwa tren penguatan IHSG selama empat bulan terakhir mencapai fase jenuh.
Selama empat beruntun IHSG menguat, tetapi pada Oktober membentuk pola spinning top.













