JAKARTA-Bursa AS ditutup melemah tipis semalam dengan pergerakan relatif sideways seiring sentimen positif dari rilis data GDP dan personal consumption di 4Q13 yang lebih tinggi dari rilis estimasi sebelumnya terkompensasi oleh sentimen profit taking terutama di sektor banking dan technology. Ditolaknya pengajuan deviden dari Citigroup Inc. dan beberapa bank asing di AS seperti HSBC, RBS dan Santander Holdings memicu koreksi di sektor banking. Harga minyak kembali menguat 1% semalam ke level US$101.3/barel sementara harga metal bergerak mixed dengan Nikel kembali melemah 1.2%. Harga CPO Malaysia kembali melemah 1.3% ke level RMY2,654/ton, terendah dalam 1.5 bulan terakhir.
Bursa Asia pagi ini bergerak mixed dengan bursa Jepang kembali terkoreksi setelah rilis data inflasi di bulan Februari hanya naik tipis menjadi 1.5% sebelum mulai diterapkannya kenaikan pajak penjualan di pekan depan. Rupiah pagi ini dibuka menguat ke level Rp11,410 sementara yield SUN cenderung flat setelah turun ke level 8.11% kemarin. IHSG pagi ini diperkirakan akan dibuka sideways dengan kecenderungan menguat seiring potensi adanya sentimen dari aksi window dressing di hari terakhir perdagangan di 1Q14. Resistance indeks berada di level 4,760. (www.samuel.co.id)












