JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menguat, setelah di akhir pekan lalu ditutup melemah 1,53 persen ke level 7.830.
Pelemahan IHSG di perdagangan Jumat (29/8) tertekan oleh penurunan harga pada 610 saham, sedangkan 122 saham terpantau menguat dan ada 70 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi di akhir pekan lalu Rp22,76 triliun atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya senilai Rp16,63 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, meredanya aksi demonstrasi yang seiring dengan dipenuhinya tuntutan masyarakat oleh pemerintah dan DPR, akan menjadi sentimen positif bagi IHSG di perdagangan awal pekan ini.
“IHSG diprediksi bergerak variatif dalam kecenderungan menguat, dengan level support di posisi 7.700 dan 7.710, sedangkan resistance-nya di level 7.890 dan 7.950,” tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Senin (1/9).
Tim riset menyebutkan, pergerakan IHSG juga akan mendapatkan tambahan sentimen terkait penguatan harga pada sebagian besar komoditas unggulan, seperti gold, timah, gas alam, nikel, tembaga, perak hingga bubur kertas.















