JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir pekan ini diperkirakan kembali melemah, setelah kemarin berakhir di level 8.008 atau menurun 0,21 persen meskipun sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (ATH) 8.068.
Pelemahan IHSG di perdagangan Kamis (18/9) tertekan oleh koreksi harga pada 410 saham, sedangkan 261 saham terpantau menguat dan ada 131 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin Rp21,93 triliun atau melonjak dibandingkan sehari sebelumnya Rp18,27 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, berlanjutnya aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Kemarin, net foreign sell di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp265,45 miliar.
“IHSG diprediksi akan bergerak variatif dalam kecenderungan melemah, dengan level support di posisi 7.950 dan 7.890, sedangkan resistance-nya di level 8.065 dan 8.125,” tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Jumat (19/9).
Tim riset menyebutkan, pergerakan IHSG juga akan mendapatkan katalis negatif terkait dengan adanya pelemahan harga pada sebagian besar komoditas unggulan di perdagangan kemarin, seperti minyak mentah, emas, minyak sawit mentah (CPO), timah, nikel, gas alam, tembaga hingga bubur kertas.















