Sementara itu, gas bumi sebesar 6.557 juta kaki kubik per hari atau sebesar 21,2 persen dari bauran energi nasional.
“Saat ini investasi pada industri hulu dinilai cukup penting guna mendukung sektor energi dapat bertumbuh. Kami melihat tantangan ke depan masih cukup besar, terutama pada kegiatan eksplorasi,” kata Nico Demus.
Untuk itu, lanjut Nico Demus, dalam merespons proyeksi IHSG yang akan tetap bertahan di teritori positif tersebut, maka saat ini Pilarmas Sekuritas sedang mencermati saham INCO, KLBF dan SMBR.
Proyeksi senada disampaikan oleh Tim Riset PT Victoria Sekuritas Indonesia yang menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini akan melanjutkan tren penguatan menuju target resistance di level 6.672.
“Untuk perdagangan Rabu (8/12), kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat, dengan support berada di level 6.507 dan resistance berada di level 6.672,” demikian disebutkan oleh Tim Riset Victoria Sekuritas.
Perkiraan bakal terjadinya penguatan pada laju IHSG tersebut disebabkan oleh adanya optimisme para pelaku pasar terhadap pesan perusahaan-perusahaan farmasi yang mengaku bisa segera memodifikasi vaksin untuk menyesuaikan dengan varian baru Covid-19, Omicron.
Dengan demikian, Tim Riset Victoria Sekuritas merekomendasikan kepada para pelaku pasar agar bisa menyikapi potensi kenaikan IHSG di perdagangan hari ini dengan mengakumulasi pembelian saham AMRT yang saat ini memiliki rentang support-resistance di level 1.155-1.290.












