JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menanjak, setelah kemarin ditutup menguat 0,39 persen ke level 6.749.
Penguatan IHSG di perdagangan Selasa (29/4) ditopang penguatan harga pada 383 saham, sedangkan 230 saham tercatat menurun dan ada 192 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin sebesar Rp10,06 triliun atau menurun dibandingkan sehari sebelumnya Rp10,09 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, penguatan tiga indeks utama di Wall Street akan menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Kemarin, indeks Dow Jones ditutup menguat 0,75 persen, S&P 500 melompat 0,58 persen dan Nasdaq berakhir naik 0,55 persen.
“IHSGdiprediksi bergerak variatif dalam kecenderungan menguat, dengan level support di posisi 6.705 dan 6.660, sedangkan resistance-nya di level 6.790 dan 6.840,” tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Rabu (30/4).
Tim riset menyebutkan, maraknya laporan keuangan emiten untuk periode berakhir 31 Maret 2025 juga akan menjadi katalis positif di market.
Namun demikian, IHSG akan dibayangi katalis negatif terkait harga komoditas yang mengalami koreksi, seperti emas, minyak mentah, timah, minyak sawit mentah (CPO), nikel hingga bubur kertas.














