JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir pekan ini, diperkirakan berlanjut melemah, setelah kemarin terkoreksi 0,32 persen ke posisi 6.899.
Pelemahan IHSG dibayangi penurunan harga pada 308 saham, sementara itu hanya 219 saham yang menguat dan terdapat 215 saham tidak mengalami perubahan.
Nilai transaksi di perdagangan kemarin tercatat Rp9,06 triliun atau menurun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai Rp10,26 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh organisasi research and trading saham, WH Project, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin hanya mampu bergerak dalam satu range atau gagal uptrend dan tidak mengalami downtrend.
“Pergerakan IHSG masih belum berubah di atas trend line, walaupun sudah cukup bagus dengan beberapa kali berhasil menembus level 6.900,” ujar analis WH Project, William Hartanto dalam riset harian untuk perdagangan Jumat (25/8).
Dia menyebut, sektor penekan IHSG pada perdagangan kemarin bersumber dari sektor teknologi, pertambangan dan industri.
Sedangkan, sejumlah saham yang terkait EBT dan bursa karbon sedang mendapat perhatian khusus dari para pelaku pasar.
“Walaupun IHSG tampak sideways, namun bukan berarti saham big caps menjadi tidak menarik. Misalnya, BMRI masih melanjutkan penguatan di perdagangan kemarin. Dengan kondisi ini, kami mengetahui bahwa peluang mengoleksi saham big caps masih ada dan tren saham-saham ini bisa saja bergerak di luar IHSG,” papar William.













