JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan melemah, setelah kemarin terperangkap di zona merah dan ditutup terkoreksi 0,57 persen ke level 6.598.
Pelemahan IHSG di perdagangan Senin (10/3) dipengaruhi penurunan harga pada 368 saham, sedangkan 226 saham terpantau menguat dan ada 210 saham yang tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi kemarin hanya Rp9,46 triliun atau merosot dibandingkan Jumat pekan lalu sebesar Rp10,4 triliun.
Berdasarkan analisis yang dilakukan organisasi research and trading saham, WH Project, pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan aksi jual oleh investor asing, sehingga ada kemungkinan untuk kembali melemah signifikan seperti yang terjadi sejak November 2024.
“Kami memproyeksikan, hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed pada kisaran 6.563-6.700,” kata analis WH Project, William Hartanto dalam analisis harian untuk perdagangan Selasa (11/3).
Dia menyebutkan, pelemahan IHSG di perdagangan kemarin didominasi oleh koreksi saham-saham perbankan, namun tampaknya tidak terjadi panic selling.
Kemarin kembali terjadi net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp922,68 miliar, terutama terjadi pada BMRI, ANTM, ADRO, MDKA dan BBNI.













