“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG berpotensi untuk bergerak menguat terbatas, dengan rentang pergerakan di level 7.015-7.080. Perlu berhati-hati, karena IHSG semakin rawan terkoreksi,” kata Nico Demus.
Dia menyatakan, hari ini para pelaku pasar di dalam negeri sedang mencermati sikap Presiden AS, Joe Biden yang kemarin mengeluarkan proposal permintaan anggaran sebesar USD5,8 triliun.
Proposal itu berisi pengurangan defisit anggaran, dana tambahan untuk polisi dan veteran dan fleksibilitas program sosial yang baru.
Dari dalam negeri, para pelaku pasar masih mencermati kebijakan reformasi perpajakan terhadap aset baik di dalam negeri maupun yang direpatriasi melalui Program Pengampunan Sukarela (PPS) Tax Amnesty Jilid-II.
Program ini sudah berjalan tiga bulan, dengan nilai harta yang diungkapkan mencapai Rp44,6 triliun.
Lebih lanjut Nico Demus mengatakan, pergerakan IHSG yang akan melanjutkan tren penguatan di perdagangan hari ini seharusnya bisa direspons oleh para pelaku pasar dengan mencermati saham TLKM, LPPF dan BJBR.














