JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Dibuka anjlok di level 8.393,514, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Rabu (28/1/2026) ditutup di level 8.320,556, ambruk 659,673 poin atau anjlok 7,35%, dari penutupan Selasa (27/1/2026) di 8.980,230.
Anjloknya IHSG terjadi setelah MSCI menyampaikan rencana untuk menerapkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026).
Terdapat tiga poin perubahan terkait indeks review (termasuk indeks review Februari 2026). Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan bahwa perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
Terkait dengan informasi dari MSCI ini, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan, pangkal persoalannya terletak pada permintaan transparansi data free float (saham publik) yang diminta MSCI. Sejak akhir tahun lalu, MSCI melakukan konsultasi mengenai proposal kategori korporasi dan lainnya dalam perhitungan free float.















