JAKARTA – PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mencatat pendapatan usaha sebesar Rp176,8 miliar dengan Gross Profit Margin sebesar 47,02% pada tahun 2024. Hal itu dikemukakan Yohas Raffli, Direktur Utama IKAI.
Yohas mengemukakan, aset IKAI tercatat sekitar Rp1,1 triliun, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi liabilitas dan ekuitas dipertahankan setara dengan tahun lalu dengan rasio debt to equity 0,3 kali.
“Kontribusi segmen bisnis menunjukkan keseimbangan, dengan segmen keramik dan perhotelan masing-masing berkontribusi setara sebesar 50% terhadap total pendapatan,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (09/4/2025).
Sinergi antar segmen ini menjadi kunci utama yang membantu IKAI bertahan di tengah tekanan industri dan ketidakpastian ekonomi, di mana margin usaha yang sehat dari sektor hospitality secara efektif mengimbangi perlambatan pertumbuhan di segmen keramik.
“Segmen keramik dengan produk andalan Essenza yang memiliki pengenalan merek yang kuat di pasar mencatat pendapatan sebesar Rp88,3 miliar dengan Gross Profit Margin sekitar 18%,” katanya.
Segmen ini masih menghadapi tantangan besar, seperti kenaikan signifikan harga gas industri, meningkatnya biaya bahan baku, persaingan ketat dari produk impor, serta permintaan domestik terhadap produk lokal yang secara umum melambat di Indonesia.












