Yohas menjelaskan, situasi industri keramik mengalami tantangan yang cukup signifikan akibat kenaikan harga bahan baku dan gas industri, serta persaingan ketat dari produk impor, segmen perhotelan menunjukkan stabilitas dan kinerja yang positif.
Dalam menghadapi situasi ini, IKAI menerapkan strategi sinergi antar-segmen bisnisnya yang saling melengkapi dan menopang, serta memulai berbagai rencana strategis yang difokuskan pada optimalisasi kapasitas, inovasi produk, dan penguatan kolaborasi strategis untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan ini, di tahun 2024, IKAI secara proaktif melakukan inovasi produk seperti peluncuran varian Smooth Grip yang diterima baik oleh pasar dan di sisi lain berusaha melakukan intensifikasi pasar melalui jaringan distribusi modern, seperti Mitra10.
Selain melakukan efisiensi total, IKAI sedang menjajaki optimalisasi kapasitas produksi dengan rencana kerjasama strategis dalam skema produksi bersama dengan mitra bisnis terpilih.
Sementara itu, segmen bisnis perhotelan yang dikelola melalui prinsipal Swissbel Group dengan dua properti unggulan, Swiss-Belhotel Bogor dan Swiss-Belinn Gajah Mada Medan, mencatat pendapatan sebesar Rp88,5 miliar dengan Gross Profit Margin di kisaran 76%.













