JAKARTA-Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif, Institute For Indonesia Local Policy Studies (ILPOS), Jumady Sinaga menilai kebijakan maspakai penerbangan menaikan harga tiket pesawat berdampak negative terhadap masyarakat ekonomi kebawah maupun pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).
Bagi pelaku usaha mikro, kebijakan ini mencekik karena biaya pengiriman semakin mahal. Harga barang yang mereka jual tidak sebanding dengan ongkos pengiriman.
Akibatnya, pelanggan yang dulunya berani membeli produk dari luar daerah, sekarang harus berpikir sepuluh kali.
“Sudah banyak pelaku UMKM yang mengeluh, bahkan perusahaan besar dibidang jasa pengiriman,” ujar Jumady.
Akibat dari kebijakan ini, satu per satu UMKM akan bangkrut dan mati perlahan, sehingga sia-sialah bonus demografi 2020-2030 yang digadang-gadang pemerintah.
Pengangguran akan kembali menumpuk, bahkan ekonomi nasional juga akan terpuruk.
Mantan Pengurus Pusat GMKI ini menambahkan, kebijakan bagasi berbayar sangat memberatkan para penumpang. Ongkos bagasi hampir sama dengan ongkos penumpang, maka semakin menjeritlah para pelaku UMKM dan masyarakat menengah kebawah. Akibat dari kebijakan ini semua, ratusan jadwal penerbangan harus dicancel dibeberapa bandara karena penumpang sudah berkurang.















