ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Nasional Opini

Imajinasi, Gibran Effect Ternyata Minus Besar

gatti Reporter : gatti
26 Okt 2023, 10 : 47 AM
3k 190
0
Karikatur mediaindonesia.com

Karikatur mediaindonesia.com

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

BacaJuga :

Mengelola Rezeki dengan Nilai Syariah: Refleksi Ramadan untuk Finansial yang Lebih Baik

Perang Iran Vs AS – Israel Serta Dampaknya Bagi Indonesia

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Oleh: Anthony Budiawan

Pemerintahan Joko Widodo segera berakhir.

Akan tetapi, nampaknya Jokowi dan keluarga masih mau menikmati kekuasaan. Tidak mau meninggalkan kekuasaan.

Alhasil, segala upaya dilakukan untuk memperpanjang kekuaaan Jokowi. Gagal.

Akhirnya, anak sulung Jokowi yang masih belum cukup umur dimajukan. Gibran Rakabuming Raka belum memenuhi persyaratan menjadi capres-cawapres. Tetapi dipaksakan.

Tidak ada orang normal memaksakan mau menjadi (atau menjadikan seseorang) presiden dengan menggugat konstitusi, yang sudah konstitusional. Orang normal yang mau menjadi presiden akan patuh terhadap peraturan yang ada.

Terlepas dari itu semua, Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah mengumumkan pasangan Prabowo dan Gibran sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Kubu KIM percaya, pencawapresan Gibran akan mempermudah Prabowo-Gibran  menang di pilpres 2024.

Mereka berimajinasi, Gibran dapat menarik pemilih milenial.

Mereka berimajinasi, Gibran Effect akan mendulang suara di pilpres 2024, secara signifikan.

Tetapi, faktanya cenderung bertolak belakang.

Gibran Effect di pilpres 2024 cenderung minus.

Sama seperti Jokowi Effect di pilpres 2019 (baca juga: Jokowi Effect di Pilpres 2019 Minus). Penjelasannya sebagai berikut.

Pasangan Prabowo-Gibran didukung 4 partai politik parlemen (Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN) dan 5 partai politik non-parlemen dan pendatang baru, dengan total perolehan suara 44,76 persen (di pemilu 2019).

Pasangan Ganjar-Mahfud didukung 2 partai politik parlemen (PDIP, PPP) dan 3 partai politik non parlemen dan pendatang baru, dengan total perolehan suara 28,06 persen (di pemilu 2019).

Sedangkan Anies-Imin didukung 3 partai politik parlemen (Nasdem, PKB, PKS) dan 1 partai politik pendatang baru, dengan total perolehan suara 27,1 persen (di pemilu 2019).

Kalau persentase perolehan suara partai politik di pemilu 2024 sama seperti di pemilu 2019, dan semua pemilih partai politik tersebut juga memilih capres dukungannya, maka Prabowo-Gibran akan memperoleh suara 44,76 persen, Ganjar-Mahfud 28,06 persen dan Anies-Imin 27,1 persen, sesuai hail pemilu 2019. Mudah. Namanya matematika sederhana.

Kemudian, Gibran Effect.

Kalau positif maka perolehan suara Prabowo-Gibran akan melampaui 44,76 persen, dan akan tercermin di perolehan suara partai politik pendukung yang meningkat.

Apakah akan seperti itu?

Untuk memperkirakan perolehan suara di pemilu dan pilpres 2024, kita harus menggunakan data survei.

Karena survei tidak lain adalah perkiraan.

Saya menggunakan data survei pemilu maupun pilpres 2024 dari Ipsos Public Affairs, sebuah lembaga survei global berbasis di Perancis, karena dinilai lebih objektif.

Berdasarkan hasil survei Ipsos periode 17-19 Oktober 2023, setelah Gibran bisa menjadi cawapres, versi Mahkamah Konstitusi, perolehan suara Prabowo-Gibran hanya 31,32 persen.

Artinya, terjadi penurunan perolehan suara sangat besar, 13,44 persen, dibandingkan perolehan suara partai politik pendukung di pemilu 2019.

Ganjar-Mahfud menurut Ipsos akan mendulang suara 31,98 persen, atau 3,92 persen lebih besar dari perolehan suara partai pendukung di pemilu 2019.

Sedangkan Anies-Imin akan memperoleh suara 28,91 persen, naik sedikit, 1,81 persen, dari perolehan suara partai pendukung di pemilu 2019.

Masih ada sekitar 7,8 persen yang belum menentukan pilihan.

Kalau distribusi persentase perolehan suara seperti hasil survei, maka secara persentase perkiraan perolehan suara pilpres tidak berubah.

Artinya, berdasarkan hasil survei Ipsos, Gibran Effect mempunyai dampak negatif sangat besar, minus 13,44 persen.

Siapa yang menanggung penurunan suara ini?

Berdasarkan survei Ipsos terkait elektabilitas partai politik periode 1-10 Oktober, perolehan suara partai politik pendukung Prabowo-Gibran diperkirakan kehilangan 9,46 persen suara, turun dari 44,76 persen (pemilu 2019) menjadi 35,3 persen (pemilu 2024).

Semua partai politik Koalisi Indonesia Maju diperkirakan anjlok, kecuali Gerindra yang akan panen suara.

Suara Golkar akan anjlok 3,52 persen menjadi hanya 8,8 persen.

Demokrat dan PAN diperkirakan tidak masuk parlemen, karena di bawah threshold.

Gerindra menang banyak, 7,28 persen.

Tetapi, tidak semua pemilih partai politik Koalisi Indonesia Maju tersebut (35,3 persen) juga memilih capres dan cawapres dukungannya.

Hanya 31,32 persen yang memilih Prabowo-Gibran.

Artinya, ada 3,98 persen dari pemilih partai politik Koalisi Indonesia Maju ternyata tidak memilih Prabowo-Gibran.

Perolehan suara partai politik pendukung Ganjar-Mahmud juga turun, tapi tidak signifikan.

Hanya turun 0,43 persen, yaitu dari 28,06 persen (pemilu 2019) menjadi 27,63 persen (perkiraan pemilu 2024).

Suara PDIP juga naik pesat, dari 19,33 persen menjadi 25,17 persen.

Tetapi, Ganjar-Mahfud berhasil memberi tambahan 4,35 persen suara.

Mahfud effect? NU effect?

Terakhir, suara perolehan partai politik pendukung Anies-Imin diperkirakan akan anjlok 6,39 persen, yaitu dari 27,1 persen (pemilu 2019) menjadi 20,71 persen.

Tetapi, Anies-Imin dapat mendongkrak 8,2 persen suara menjadi 28,91 persen. Artinya, Anies-Imin Effect sangat luar biasa besar.

Nampaknya, banyak pemilih Golkar, Demokrat, PAN, PPP akan mengalihkan suaranya mendukung pasangan Anies-Imin, dan sebagian ke Ganjar-Mahfud.

Gibran Effect! Setidaknya itu yang terbaca dari hasil survei Ipsos.

Penulis adalah Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) di Jakarta

Tags: Dinasti Politik JokowiGibran Effectimajinasipolitik dinastisurvey IPSOS
Share1290Tweet807SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Unilever Indonesia Bukukan Laba Rp4,18 Triliun per September 2023

Berita Selanjutnya

Petrus: MK PDI Perjuangan Jangan Takut Pecat Jokowi dan Gibran

Berita Terkait

Mengelola Rezeki dengan Nilai Syariah: Refleksi Ramadan untuk Finansial yang Lebih Baik
Opini

Mengelola Rezeki dengan Nilai Syariah: Refleksi Ramadan untuk Finansial yang Lebih Baik

7 Mar 2026, 10 : 37 AM
Saatnya Kabinet Kembali Disterilkan!
Opini

Perang Iran Vs AS – Israel Serta Dampaknya Bagi Indonesia

6 Mar 2026, 10 : 04 PM
Bernegaralah Yang Rasional
Opini

PDIP di Antara Parpol Yang Terlena Dengan Kekuasaan

4 Mar 2026, 8 : 15 AM
Biarkan Pasar Bekerja, Jangan Jadikan Minimarket Kambing Hitam
Opini

Hari Raya di Tengah Tekanan Daya Beli

3 Mar 2026, 12 : 04 PM
Tangkap Provokator dan Aktor Intelektual Kasus Tanah Nangahale
Opini

Presiden RI Ke 7 Jokowi Berbohong Soal Usul Inisiatif Revisi UU KPK

2 Mar 2026, 5 : 57 PM
Penyederhanaan Struktur Cukai Rokok Buka Peluang Emiten Rokok Raksasa Makin Cuan
Opini

Lima Mudarat Penambahan Layer Cukai Rokok

2 Mar 2026, 6 : 39 AM
Berita Selanjutnya
artificial intelligence

Petrus: MK PDI Perjuangan Jangan Takut Pecat Jokowi dan Gibran

Ini Penjelasan AKRA Soal Gugatan Konsumen AKR Surabaya Land

Raih Laba Rp1,71 Triliun per September, AKR Corporindo Bagi Dividen Interim Rp25 per Saham

BEM UI Bukan “Agent of Change”, Tapi Agen Binaan Wahabi

Politik Jungkir Balik Ala Jokowi

Berita Populer

  • PMKRI Cabang Bogor Laporkan  Floribertus Rahardi ke Mabes Polri

    PMKRI Cabang Bogor Laporkan Floribertus Rahardi ke Mabes Polri

    3301 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Turnamen MASTA CUP 1 Se-Jabodetabek Siap Digelar: 24 Tim Bersaing, Wali Kota Hadir Langsung!

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • JK: Persaingan Usaha, Jangan Saling ‘Membunuh’

    3288 shares
    Share 1315 Tweet 822
  • Turun 1,60%, IHSG Sesi I Dekati 8.100 Terimbas BBCA, BMRI, TLKM, UNVR dan ASII

    3247 shares
    Share 1299 Tweet 812
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3563 shares
    Share 1425 Tweet 891

Opini

Imbas Konflik Timteng, Ribuan Penumpang Gagal Terbang di Bandara Ngurah Rai Bali

Imbas Konflik Timteng, Ribuan Penumpang Gagal Terbang di Bandara Ngurah Rai Bali

7 Mar 2026, 12 : 58 PM
Maju Calon Ketum, Boni Hargens: ILUNI UI Jadi Katalis Perubahan Sosial dan Kebangsaan

Apresiasi Safari Ramadhan Polri, Boni Hargens: Bentuk Nyata Polri Bertransformasi

7 Mar 2026, 12 : 42 PM
Industri Dalam Negeri Harus Bersiap Menghadapi Dampak Perang Iran-Israel

Indonesia Netral dalam Konflik Timur Tengah, Tekankan Prinsip Politik Bebas Aktif

7 Mar 2026, 12 : 33 PM
Kembali Mangkir, Eks Menhub Budi Karya Terancam Dipanggil Paksa KPK Soal Kasus DJKA

Kembali Mangkir, Eks Menhub Budi Karya Terancam Dipanggil Paksa KPK Soal Kasus DJKA

7 Mar 2026, 12 : 21 PM
Universitas Nusa Cendana Kupang Buka Empat Program Studi Baru

Universitas Nusa Cendana Kupang Buka Empat Program Studi Baru

7 Mar 2026, 12 : 11 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.