DENPASAR, BERITAMONETER.COM – Konflik Timur Tengah (Timteng) tidak hanya berdampak pada terganggunya pasokan energi global, tetapi juga merambah ke dunia penerbangan. PT Angkasa Pura Indonesia,
Bandara Ngurah Rai Bali mencatat sebanyak 64 penerbangan internasional batal akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah.
Jika dikonversi ke jumlah penumpang, diperkirakan sebanyak 8.187 penumpang gagal terbang.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Ngurah Rai, mengatakan jumlah pembatalan tersebut tersebut terhitung sejak 28 Februari hingga 6 Maret 2026 pukul 17.00 Wita.
Pembatalan penerbangan itu terdiri dari 34 rute keberangkatan dan 30 rute kedatangan.
“Sampai dengan Jumat, (6/3) terdapat 64 jadwal penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan penerbangan,” kata Eka Sandi kepada Media.
Eka Sandi menjelaskan bahwa penanganan pembatalan tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
Otoritas Bandara Ngurah Rai hanya bertanggung jawab pada kebutuhan parkir pesawat untuk maskapai yang terdampak.
“Ada tiga maskapai yang terdampak yakni Qatar Airways, Emirates dan Etihad. Kami telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat yang terdampak, yang dialokasikan untuk empat pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terdampak,” jelas Eka Sandi.












