“Nurunin Rp15 ribu permobil kalau naikin itu Rp100 ribu dibagi 4 sampai 5 orang. Paling kebagian cuma Rp20.000, tapi sekarang sepi banget karena truk bisa melintas hanya 7 jam dari pukul 22.00 sampai pukul 05.00 wib. Hari-hari sebelumnya pagi kita sudah kerja, kalau sekarang kelamaan nunggu, bengang-bengongnya,” kata dia.
Diungkapkan Iyang untuk satu pangkalan barang tambang, sedikitnya ada 10 sampai 15 ganjur yang bekerja. Untuk jalur perlintasan Legok-Karawaci saja diperkirakan ada ratusan pangkalan.
“Kalau dihitung mungkin ribuan orang seperti kami, pemerintah kok tega sekali. Kita engga dikasih kerjaan, tapi kerjaan kita malah diganggu. Kalau begini rakyat kecil kaya kami yang menjadi korban,” ucap dia. (Raja Tama)














