Dominasi pihak asing kini semakin meluas dan menyebar pada sektor-sektor strategis perekonomian. Karena itu, pemerintah haru menata ulang strategi pembangunan ekonomi agar hasilnya lebih merata dirasakan rakyat dan berdaya saing tinggi menghadapi persaingan global. Dominasi asing semakin kuat pada sektor-sektor strategis, seperti keuangan, energi dan sumber daya mineral, telekomunikasi, serta perkebunan. Dengan dominasi asing seperti itu, perekonomian sering kali terkesan tersandera oleh kepentingan mereka. “Di sector perbankan saja, sekitar 50,6 persen aset perbankan nasional dikuasai asing. Secara perlahan porsi kepemilikan asing terus bertambah,” jelas dia.
Karena itu kata dia, warisan-warisan kebijakan ekonomi saat ini bukan merupakan koreksi dari kebijakan liberalisasi yang telah dimulai Soeharto tahun 1960-an. Bahkan liberalisasi semakin dalam. “Dan tentu karena itu, warisan-warisan kebijakan ini tidak patut dipertahankan. Termasuk kebijakan obligasi rekap,” jelas dia














