JAKARTA-Presiden Joko Widodo pernah menjanjikan kemandirian di sektor pangan selama kepemimpinannya. Malah berani menargetkan swa sembada pangan dan pencetakan lahan pertanian seluas empat juta hektar di masa kepemimpinanya. “Awal-awalnya kan cita-citanya ingin kemandirian pangan ini, setidaknya Swasembada pangan,” kata anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/2/2018).
Menurut Sartono, Pemerintahan Jokowi sudah berjalan tiga tahun dan saat itu janjinya membangun kemandirian dan swasembada pangan. Namun sayang, hal itu lantaran kran impor sejumlah komoditas kembali dibuka salah satunya ialah beras.
Kementerian Perdagangan (Kemdag) malah kembali membuka keran impor beras sebesar 500.000 ton. Alasannya, stok ketersediaan beras di Indonesia saat ini mulai menipis. “Presiden bisa dinilai telah melanggar janji kampanye. Makanya dari pada bangun infrastruktur sebaiknya fokus wujudkan kemandirian pangan bangsa,” imbuh Sartono lagi seraya menegaskan
dengan begitu kita dapat tegak berdiri di era dinamika politik globalisasi seperti saat ini.
Sartono pun mengaku heran dengan kembali dibukanya keran impor beras saat kementerian pertanian dan sejumlah Gubernur di beberapa wilayah menyatakan surplus ketersediaan beras.













