Karena itu tegas Inas, Prabowo harus jujur. “Berapa utang luar negri PT. Kertas Nusantara kepada asing! Udah mulai dicicil atau belum? Jangan-jangan utang PT. Kertas Nusantara ikut berkontribusi juga dalam utang luar negeri Indonesia yang digembar-gemborkan Prabowo,” imbuhnya.
“Bagaimana mungkin seorang Prabowo yang mengelola utang perusahaan-nya saja amburadul dan hampir dipailitkan tapi ingin memimpin negara, dimana utang adalah keniscayaan, maka bisa jadi perkataan-nya tentang Indonesia bubar, justru akan menjadi kenyataan ketika Prabowo memimpin Indonesia,” pungkasnya.












