JAKARTA – Perusahaan perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 877.072.000 lembar, dengan rentang harga penawaran awal senilai Rp470-Rp605 per saham.
Berdasarkan informasi dari laman e-ipo.co.id yang dipublikasikan Rabu (9/2), STAA yang masuk ke dalam sektor consumer non-cyclicals akan melaksanakan IPO sebanyak 877.072.000 saham, dengan kisaran harga penawaran awal (book building) senilai Rp470-Rp605 per saham.
Dengan demikian, pada aksi korporasi ini STAA bisa meraup dana masyarakat melalui pasar modal berkisar Rp412,22 miliar sampai Rp530,63 miliar.
Adapun periode book building berlangsung selama kurun 9-15 Februari 2022.
Pada proses pelaksanaan IPO ini, perusahaan asal Sumatera Utara ini telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi Efek, yakni PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas.
Hari ini (9/2) Sumber Tani Agung Resources dan para penjamin pelaksana emisi Efek menggelar Due Diligence Meeting dan Public Expose IPO STAA di Jakarta.
Perlu diketahui, STAA merupakan grup usaha kelapa sawit swasta yang telah melakukan kegiatan usaha sejak 1970 dan memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam menjalankan pembudidayaan tanaman kelapa sawit terintegrasi.














