JAKARTA-PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) mengumumkan kinerja untuk triwulan ketiga tahun 2014 (3T14) yang belum diaudit (unaudit). Berdasarkan Financial Results PT Vale Indonesia Tbk, laba 3T14 meningkat menjadi AS$62,4 juta, yang berarti kenaikan sebesar 25% dari triwulan sebelumnya. Hal ini juga merupakan laba triwulanan tertinggi sejak 4T11.
GM Communications PT Vale Indonesia Tbk, Teuku Mufizar Mahmud menjelaskan kinerja Perseroan di 3T14 ditandai dengan terus berlanjutnya tingkat produksi yang tinggi, kenaikan harga jual nikel dan beban pokok pendapatan per unit yang lebih rendah. “Baik volume produksi maupun volume penjualan PT Vale untuk 3T14 dan sembilan bulan pertama tahun 2014 relatif stabil bila dibandingkan dengan produksi dan penjualan untuk masing‐masing 2T14 dan sembilan bulan pertama tahun 2013,” ujar Mufizar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (31/10).
Menurutnya, harga realisasi rata‐rata Perseroan di 3T14 dan untuk periode sembilan bulan pertama 2014 lebih tinggi dibandingkan harga realisasi rata‐rata di 2T14 dan untuk periode Sembilan bulan pertama 2013 masing‐masing sebesar 6% dan 7%. Hal tersebut menyebabkan pendapatan untuk 3T14 dan untuk periode sembilan bulan pertama 2014 naik sebesar 8% dan 7% dari pendapatan di 2T14 dan untuk periode Sembilan bulan pertama 2013. “Bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, beban pokok pendapatan Perseroan untuk periode sembilan bulan pertama tahun 2014 lebih rendah 11% terutama didorong oleh rendahnya biaya bahan bakar, pelumas dan karyawan. Hal ini mencerminkan peningkatan disiplin biaya yang berkelanjutan dan produktivitas operasional PT Vale, dan menandai keberhasilan strategi pengurangan biaya,” tuturnya.














