Dari sisi keuangan, pendapatan INCO di sepanjang Kuartal II-2025 tercatat USD220,2 juta, dengan harga rata-rata nikel matte senilai USD12.091 per ton serta peningkatan volume pengiriman.
Sementara itu, pendapatan di Semester I-2025 sebesar USD426,7 juta atau melorot dibandingkan Semester I-2024 yang mencapai USD478,7 juta.
Pada kesempatan yang sama, Direktur INCO, Rizky Putra menyampaikan bahwa adanya persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk 2,2 juta ton bijih saprolit dari blok Bahodopi dan kesepakatan harga baru dengan pelanggan akan memperkuat baseline perseroan pada paruh kedua 2025.















