
Tak lama kemudian, Kiai Sentet pun membalas. “Waduh. Nyadhong duka Romo. Kawula nembe sowan Abah kami. Matur sembah nuwun.”
Dari rumah Kiai Sentet, Romo Budi dan Mas Tik meluncur menuju rumah kediaman Kang Ndoer Sarwoto, Seniman Lawak dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang di daerah Tegalpanas, Bregas. Hujan turun deras.
Sesampai di rumah kediaman Kang Ndoer, ternyata pintu rumah juga tertutup namun tidak terkunci. Romo Budi pun nekad masuk untuk menaruh oleh-oleh yang dibawanya buat Kang Ndoer.
“Ayo Mas Tik, kita selfie berdua dengan background foto Kang Ndoer,” ajak Romo Budi pad Mas Tik sesudah mereka masuk rumah.
Saat mereka berdua sedang selfie, tiba-tiba pintu salah satu kamar terbuka dan keluarlah Deshi, salah satu putri Kang Ndoer. “Maaf ya Dik. Minta ijin selfie dengan foto Bapak ya hehe,” kata Romo Budi disambut senyuman Deshi, “untuk bukti bahwa kami sudah sampai sini.”
“Ini Bapak sedang ke Getasan ke rumah Wakil Bupati Semarang!” Jelas Deshi, dan Romo Budi pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepadanya.













