Setelah duduk beberapa saat, Romo Budi dan Mas Tik berpamitan. “Ini titip buat Bapak ya Dik,” kata Romo Budi sambil berpamitan.
Silaturahmi “in absentia”?
Sambil meluncur, Romo Budi bertanya kepada Mas Tik, “Kita ke mana lagi?”
“Pulang ke sanggar saja!” Jawabnya sambil tertawa.
“Tepat!” kata Romo Budi. “Saya jadi ingat waktu masih kecil. Kalau kita mau cari belut ke sawah malam-malam, dan saat pertama tiba langsung berjumpa ular, bukan belut, maka kita harus segera pulang, sebab sepanjang malam hanya akan ketemu ular, bukan belut! Ini juga mirip. Sekali yang kita kunjungi ternyata pergi, nanti berikutnya pastinya juga tidak di rumah ya…”
Mas Tik tertawa mendengar itu. “Silaturahmi kita ini mungkin bisa disebut silaturahmi in absentia sebab yang kita kunjungi semua tidak ada di tempat hehehe” kata Romo Budi lagi yang disambut dengan tawa oleh Mas Soetikno MA.
Tak lama kemudian ternyata Kang Ndoer menelpon. “Mohon maaf Romo datang ke rumah, saya pas lagi ke Pak Wakil Bupati. Nanti saya yang ganti sowan silaturahmi ke Romo saja ya…”
“Njih Kang Ndo… Ngaturaken sugeng Riyadi. Mugi sadaya kalepatan kawula lebura ing dinten Riyadi punika!” Jawab Romo Budi per telpon.
“Amin Romo. Sama-sama. Saya juga mohon maaf lahir batin ya Romo!” Jawab Kang Ndoer.













