JAKARTA-Pengamat Ekonomi Enny Sri Hartarti mengingatkan Presiden Joko Widodo jangan menghabiskan energinya mengurus persoalan politik, khususnya yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Meski situasi ekonomi stabil, namun sangat bergantung pada kondisi politik. “Politik memang tetap harus diurus, tapi mengurus ekonomi juga tidak kalah pentingnya. Stabilitas politik penting bagi ekonomi, tapi semua tetap harus dilakukan dengan skala prioritas,” katanya di Jakarta, Selasa (15/11) kemarin.
Penegasan tersebut disampaikan Enny menanggapi safari Presiden Jokowi yang kembali menyambangi markas TNI di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/11/2016). Presiden mengunjungi Markas Komando Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara dan sekolah calon perwira TNI Angkatan Darat. Di markas elit pasukan TNI Angkatan Udara itu, presiden kembali menekankan pentingnya TNI menjaga kemajemukan.
”Saat ini banyak agenda presiden jadi terabaikan dan musti dibatalkan kalau hanya yang berkaitan mengurus soal Ahok,” sarannya.
Menurut ekonom Indef ini, rakyat sedang mengalami kesulitan karena tidak terkontrolnya harga-harga bahan pangan. Padahal, persoalan ekonomi adalah persoalan riil yang dirasakan rakyat sehingga tidak bisa masalah yang dihadapi rakyat tersebut diselesaikan dengan cara pencitraan seperti halnya dalam politik. “Ekonomi itu riil dirasakan rakyat dan konkrit. Kalau harga cabe, gula, bawang, beras, daging naik, maka tidak bisa dikatakan tidak naik. Penyelesaiannya pun tidak bisa ditunda. Kalau masalah politik bisa diselesaikan instant, tapi tidak demikian dengan ekonomi,” katanya.















