“Kami senang dapat bermitra dengan Indika Energy melalui transition financing ini. Transition financing membuat industri perbankan memainkan peran kunci dalam menggalakkan dan turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Kini semakin banyak perusahaan yang memahami tentang pentingnya aspek ESG dalam operasionalnya, dan salah satu hal yang mendesak adalah menghijaukan sektor industri yang bertanggung jawab atas emisi karbon yang intensif,” ujarnya.
“Dan disinilah peran sektor finansial untuk membantu transisi pada perusahaan yang awalnya carbon-intensive dan mulai menjauh dari bahan bakar fosil. Hal ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat implementasi keuangan berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Selaras dengan Bank DBS Indonesia, Indika Energy juga berkomitmen untuk mencapai netral karbon pada tahun 2050.
Indika Energy mengupayakan hal ini dengan melakukan berbagai prakarsa keberlanjutan dalam kegiatan operasional, termasuk fokus pada aspek ESG.
Selain komitmen netral karbon, Indika Energy juga berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi sektor non-batu bara menjadi sebesar 50% dari total pendapatan pada tahun 2025.














