Director & Group Chief Financial Officer Indika Energy, Retina Rosabai mengatakan, Indika Energy melakukan diversifikasi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha termasuk dalam energi baru dan terbarukan (EBT), solusi berbasis alam, kendaraan listrik, serta bidang teknologi digital.
Pengembangan sektor EBT dan solusi berbasis alam ini adalah salah satu upaya kami dalam mendukung transisi energi nasional yang tentunya membutuhkan investasi yang cukup besar, serta perlu didukung oleh sektor perbankan dan stakeholders lainnya.
“Kami sangat antusias dengan kemitraan ini karena merupakan transition financing yang pertama bagi Indika Energy dan Bank DBS Indonesia. Kami berharap hal ini merupakan awal yang baik bagi pengembangan bisnis berkelanjutan Indika Energy kedepannya,” imbuhnya.
Keseriusan Bank DBS Group dalam agenda keberlanjutan terbagi menjadi tiga pilar sustainability, yaitu Responsible Banking, Responsible Business Practices, dan Creating Social Impact.
Dalam menjalankan pilar Responsible Banking, Bank DBS Group menyediakan layanan berbasis ESG diantaranya: sustainability linked-loan, sustainability linked-bonds–di mana Bank DBS Indonesia berlaku sebagai arranger, dan sustainable-project financing.














