JAKARTA – PT Indo-Rama Synthettics Tbk (INDR) merugi US$ 40,8 juta (US$-0,0624 per saham) pada 2023.
Tahun 2022, emiten di bidang pemintalan benang, investasi dan pengoperasian dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) itu laba US$ 42,53 juta (US$ 0,0650 per saham).
Kerugian tersebut, seperti tergambar dalam laporan keuangan INDR per Desember 2023, dikutip Senin (26/2/2024), disebabkan antara lain oleh pendapatan bersih yang turun 16,08% jadi US$ 785,59 juta pada 2023, dari US$ 936,14 juta pada tahun 2022.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan INDR turun 5,68% jadi US$ 806,71 juta pada 2023, dari US$ 855,33 juta pada 2022.
Namun, INDR menderita rugi kotor US$21,11 juta pada 2023. Pada 2022, INDR raih laba kotor US$ 80,81 juta.
Setelah dikurangi dengan beban usaha dan beban lain-lain, emiten pemintalan benang, investasi dan pengoperasian dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) beraset US$ 821,10 juta itu mengalami rugi sebelum pajak sebesar US$ 51,09 juta pada 2023.
Tahun 2022, Perseroan rugi sebelum pajak US$ 51,98 juta.













