Iwan menegaskan bahwa BNPL bukan sekadar alat pembiayaan instan, melainkan sarana untuk membantu pengguna dalam melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih baik.
“Kami selalu mendorong pengguna untuk memahami kemampuan finansial mereka sebelum memanfaatkan layanan ini. Mengatur anggaran pribadi dan mempertimbangkan cicilan sesuai kemampuan adalah hal yang penting untuk menjaga keberlanjutan finansial yang sehat,” jelas Iwan.
Dalam menjaga kualitas kredit tetap sehat, Indodana Finance secara konsisten menerapkan proses credit scoring yang bersifat prudent dan selektif.
Selain hal tersebut diatas secara industri, berdasarkan data dari OJK rasio Non Performing Finance (NPF) BNPL per Agustus 2024, tetap terkendali di angka 2,52% , jauh di bawah batas yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 5%.
Hal ini membuktikan bahwa meskipun ada tantangan, industri BNPL masih mampu mengelola mitigasi risiko keuangan dengan baik untuk tetap menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, penting untuk dipahami bahwa layanan BNPL dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk pengguna, terutama ketika digunakan dengan pengertian yang baik tentang manajemen keuangan yang sehat.














