Sebagian tanggul yakni 4,5 Km yang sudah selesai berada di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing pada Juni 2018 sepanjang 2,2 Km dan di Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan pada Agustus 2018 sepanjang 2,3 Km.
Selain melakukan pertemuan, Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda mengajak delegasi Indonesia meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah Harnaschpolder, melihat Maeslantkering yakni teknologi untuk menahan badai untuk melindungi alur kanal Pelabuhan Rotterdam dan manajemen penyediaan air bersih di Instalasi Pengolahan Air Minum Dunea.
Anggota delegasi Indonesia lainnya yang hadir yakni Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Jamaludin, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, SDA dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sementara turut mendampingi Sekjen PUPR Anita Firmanti yakni Ketua Harian Tim Pelaksana Kerjasama Indonesia-Belanda bidang Keairan sekaligus Ketua Project Manajemen Unit NCICD Adang Saf Ahmad, Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan KLN Trisasongko Widianto, Direktur Penyehatan Lingkungan Permukiman Dodi Krispratmadi, Kepala Pusat Perencanaan Infrastruktur BPIW Bobby Prabowo, dan Kapusdiklat Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, BPSDM Kementerian PUPR Thomas Setiabudi Aden. (*)














