“Bangsa ini sedang sakit, karena para pemimpinnya juga sakit. Ketika bangsa ini sedang dibukakan matanya atas hancurnya budaya, akhlak dan moral masyarakatnya, para elit politik dan pemimpin bangsa Indonesia sibuk sendiri dengan koalisi, pilpres,” kata Lily.
“Sementara media masa yang diharapkan sebagai kontrol sosial, tidak melihat arti penting kehancuran masyarakat malah meliput kampanye pilpres. Kasus phaedofilia di JIS dan lain tempat tak terperhatikan lagi karena isu pilpres lebih hot daripada isu anak-anak kita. Mana naluri dan hati para wartawan yang dikenal peka itu. Yang bisa merasakan adalah kaum perempuan,” ujar Lily.
Lily Wahid menunjuk kasus yang menimpa anak kecil bahkan balita yang tak terlindungi merupakan indikasi jelas bahwa negara tidak melindungi orang kecil, anak-anak dan perempuan.
Krimininalisasi terhadap anak-anak juga merupakan kasus gunung es dan sekarang mulai muncul dimana-mana soal pencabulan terhadap anak kecil, atau incest dll.
Kondisi seperti ini, menurut mantan anggota DPR dari PKB ini, antara lain karena himpitan ekonomi yang tidak terpecahkan.
Indikasi yang lain, demikian dijelaskan lebih lanjut, munculnya tanda-tanda alam yang diberikan Sang Pencipta kepada bangsa Indonesia.












