Sepanjang lima tahun terakhir (2011-2015), tren ekspor bahan bangunan ke seluruh dunia meningkat 5,5%. BPS melansir ekspor produk bahan bangunan Indonesia ke dunia pada 2015 mencapai USD 2,3 miliar. Tren positif ini terus berlanjut. Pada Januari-Februari 2016, nilai ekspor produk bahan bangunan Indonesia tercatat sebesar USD 341 juta, mengalami kenaikan USD 77 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Namun, Tjahya optimis karena industri produk bahan bangunan Indonesia mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun. “Produksi bahan bangunan juga terus meningkat dengan variasi produk yang semakin dinamis seiring semakin banyaknya permintaan peningkatan infrastruktur negara sesuai yang diprogramkan Presiden Jokowi. Selain itu, semakin menjamur pula program tempat tinggal dengan harga terjangkau, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar Tjahya.
Indobuildtech 2016 akan menampilkan Paviliun Indonesia seluas 90 m2 dengan mengusung tema Trade With Remarkable Indonesia. Pada Paviliun Indonesia, beberapa produk bahan bangunan akan dipamerkan, seperti pagar, teralis, partisi, stone decoration, lampu, produk stainless steel, pembersih rumah, wood construction material, decorative glass, plywood, roofing, serta material toilet hias.












