Produk-produk tersebut merupakan produksi dari sepuluh perusahaan, yaitu PT. Dunia Bumindo Utama, PT. Duta Laserindo Metal, CV. Promosi Dagang Asia, PT. Sinar Angkasa Rungkut (Chiyoda), PT. Timur Mas Abadi, PT. Starpeak Equity, PT. Roxy Prima Indoproducts, PT. Putera Agung Cemerlang, PT. Indomop Multi Makmur, dan PT. Ubin Kayu.
Tjahya berharap berbagai inovasi dan penggunaan teknologi memberi kebebasan produsen untuk berkreasi akan makin berkembang dan meningkat kualitasnya. “Selanjutnya, perlu sinergi yang baik dengan semua pihak yang terlibat untuk dapat mempertahankan peningkatan nilai ekspor bahan bangunan yang terjadi,” pungkasnya.












