JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto menuturkan, Indonesia termasuk negara G-20 yang menjadi bagian dari perekonomian dunia, sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global.
“Sebab, produk manufaktur Indonesia juga untuk pasar global. Maka itu, sudah semestinya Indonesia mengetahui ke mana tren akan bergerak dan pertumbuhan ekonomi global, serta perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Airlangga menuturkan, sektor manufaktur Indonesia saat ini posisinya termasuk 5 besar di dunia dan berkontribusi pada global value chain atau rantai nilai global.
Berdasarkan data World Bank tahun 2017, bahwa saat ini kontribusi sektor manufaktur negara-negara industri di dunia terhadap perekonomian rata-rata sekitar 17 persen.
Ada lima negara yang sektor industri manufakturnya mampu menyumbang di atas rata-rata tersebut, yakni China (28,8 persen), Korea Selatan (27 persen), Jepang (21 persen), Jerman (20,6 persen), dan Indonesia (20,5 persen).
Sementara itu, negara-negara dengan kontribusi industrinya di bawah rata-rata 17 persen, antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Perancis, Kanada, dan Inggris.
“Kalau merujuk data tersebut, saat ini tidak ada negara di dunia yang bisa mencapai di atas 30 persen,” ujarnya.















