JAKARTA-Deretan peristiwa dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa sebagian aset, surat utang negara berkembang dengan imbal hasil tinggi, berpeluang meraih kinerja baik dalam jangka pendek.
Kekhawatiran tentang kondisi ekonomi global terlalu dibesar-besarkan dan ada peluang memudarkan pesimisme ekstrem bahkan setelah perekonomian global membaik pada hari Jumat lalu.
Menurutnya, kurs dolar AS akan meningkat. Secara khusus, kontrak berjangka masih memperhitungkan kemungkinan kecil penurunan pada akhir 2019.
“Dengan kembalinya risk appetite, kami berpendapat bahwa pasar akan kembali mencerminkan 1-2 kenaikan untuk tahun ini. Terbuka juga peluang untuk peningkatan lebih jauh pada imbal hasil surat utang AS bertenor sepuluh tahun (saat ini 2,67%),” demikian dikutip dari laporan DBS Group Research yang berjudul Strategi Makro: Dorongan Menekan Pesimisme Ekstrem Terhadap Suku Bunga.
Rates Strategist dan Philip Wee, FX Strategist DBS, Eugene Leow menjelaskan di Asia, negara-negara yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi (India dan Indonesia) diuntungkan oleh peningkatan sentimen risiko.
Harga minyak yang tertekan dan dapat merasa lega oleh kenyataan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan menghentikan kenaikan suku bunganya dalam beberapa bulan mendatang.















