Kemudian, industri juga bakal mendapatkan fasilitas kredit ekspor dari lembaga pembiayaan. Salah satunya adalah industri alat berat.
Menperin pun optimistis, dengan berbagai strategi peningkatan ekspor tersebut, bisa memperbaiki neraca perdagangan.
Mengenai salah satu program prioritas tahun 2019 dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, Kemenperin akan melanjutkan peluncuran program pendidikan vokasi yang linkand match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.
Dalam proses pendidikannya mengadopsi sistem ganda (dual system), di mana 70 persen praktik dan 30 persen teori.
“Dengan
komposisi kurikulum 30:70, butuh dukungan industri untuk praktik para
siswa SMK. Sehingga, perlu insentif pajak untuk industri terkait
pendidikan vokasi. Saat ini insentif tersebut sudah rampung dibahas
dengan Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga.
Selama tahun 2017-2018, Kemenperin telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK. Tahun ini ditargetkan melibatkan sebanyak 2.600 SMK dan 750 industri di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
“Pada tahap ketujuh, program tersebut akan diluncurkan di Makassar pada 17 Januari 2019 dengan diikuti oleh 39 industri dan 185 SMK,” ungkapnya.















