JAKARTA-Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti, mengingatkan pemerintah Indonesia agar fokus menyelesaikan Agenda Doha di KTT G20 di Osaka, Jepang. Karena inilah kunci penting bagi kepentingan perdagangan Indonesia khsusnya dalam pencapaian tujuann ke 17 SDGs.
“Seharusnya pak Jokowi mengambil kepemimpinan bagi negara berkembang lainnya dalam pembahasan perdagangan berkelanjutan (SDGs Goal 17) dengan mendesak penyelesaian Agenda Doha, khususnya mengenai isu pertanian dan mekanisme special and differential treatment. Jangan sebaliknya malah terjebak dalam lobby dua pihak yang sedang bertarung baik AS atau China, hanya untuk kepentingan jangka pendek,” ujarnya.
Hasil pembahasan KTT G20 akan menjadi bahan diskusi untuk KTT WTO ke 12 di Kazakstan pada tahun 2020. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia harus berhitung secara cermat dalam menyusun diplomasi perdagangan internasional untuk melindungi kepentingan rakyat Indonesia.
Menurut Rachmi agenda Reformasi WTO bukan semata menguatkan perdagangan multilateral ditengah praktek proteksionis dan unilateral, tetapi juga ada kepentingan dari masing-masing AS dan China untuk memperebutkan dominasinya di WTO.
Sebelumnya di tahun 2018, AS mengeluarkan proposal ke WTO, dan didukung oleh Eropa dan Jepang, untuk meminta agar merekonstruksi lagi penerapan Special and Differential Treatment bagi negara berkembang, khususnya untuk sektor pertanian.















