JAKARTA-Potensi energi panas bumi (geothermal) di Indonesia mencapai 30.000 Megawatt (MW) atau 40 persen potensi geothermal dunia.
Namun yang termanfaatkan hingga saat ini hanya sekitar 1,5 GW sehingga masih banyak yang belum termanfaatkan.
“Bangsa Indonesia dikarunia sumber-sumber renewable energy yang berlimpah seperti angin, matahari, air dan panas bumi. Dan potensinya sangat besar,” ujar Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Yunus Saifulhak seperti dikutip dari situs kementerian di Jakarta, Jumat (16/9).
Saat ini jelasnya, investor dari beberapa Negara sahabat menyatakan minatnya dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan ini dan yang paling agresif adalah China.
“Banyak Negara saat ini menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pengembangan panas bumi di Indonesia bukan hanya investor domestik namun juga investor luar negeri. Dalam proses lelang, mereka sudah menyebutkan perusahaannya misalnya, Enel dari Italia, Itai, Ormat dari Amerika, Jepang dan yang paling agresif adalah China,” katanya.
Sifat agresif ditunjukkan investor China dalam pengembangan panas bumi di Indonesia terlihat dari salah satu perusahaan mereka yakni PT KS Orka yang sudah mengembangkan panas bumi di wilayah kerja panas bumi (WKP) Sorik Merapi, Sumatera Utara dan bersamaan mengakuisisi saham di Sokoria, sebanyak 95% dengan hanya menyisakan 5% untuk Bakrie.















