Saat ini pemanfaatan energi bersih menjadi trend di Negara-negara maju dan pengembangan panas bumi di Indonesia sendir merupakan kegiatan prioritas nasional.
Investasi panas bumi mencapai USD 0,56 miliar jika dirupiahkan dengan kurs Rp 13.300 menjadi hampir sekitar Rp 7 triliun atau 58,3% dari target USD 0,96 miliar tahun 2016.
Menurutnya, masyarakat dunia saat ini sudah mulai mengalihkan penggunaan energi berbasil fosil kepada energi non fosil yang terbukti lebih ramah lingkungan seperti sumber daya panas bumi.
Panas bumi terbukti hanya sedikit menghasilkan emisi gas CO2 dibandingkan dengan sumber energi fosil, sehingga pengembangannya tidak merusak lingkungan, bahkan bila dikembangkan akan menurunkan laju peningkatan efek rumah kaca.
“Selain itu, pengembangan panas bumi dapat menjaga kelestarian hutan karena untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan,” pungkasnya.















