JAKARTA-Indonesia berkeinginan untuk mendorong dibukanya kembali pembahasan serta menjajaki kemungkinan dimasukkannya produk-produk pertanian dan kehutanan seperti Crude Palm Oil dan Rubber ke dalam EGs List yang telah disepakati di Vladivostok tahun lalu. Upaya ini dilakukan agar EGs List menjadi lebih seimbang, tidak didominasi oleh produk manufaktur, tetapi juga mencakup produk pertanian, sehingga ikut mendorong negara-negara berkembang yang umumnya masih mengandalkan sektor pertanian untuk ikut berkontribusi kepada pelestarian lingkungan.
Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo menegaskan Indonesia akan memperjuangkan agar produk- produk pertanian dan kehutanan seperti CPO dan karet alam dapat dimasukkan kedalam daftar barang ramah lingkungan.“Kita akan menekankan kembali bahwa CPO itu produk pertanian paling produktif karena mampu memberikan yield yang paling tinggi dibanding semua produk pertanian sejenis, sehingga sangat memenuhi syarat untuk melayani kebutuhan dunia minyak nabati, energi terbarukan, dan keperluan konsumsi lainnya.
Selain itu,CPO juga memenuhi kebutuhan peningkatan mata pencaharian produsen kecil, sehingga produk ini dapat dikatakan pro-environment, pro-trade, pro-development,dan pro-poor. Karet alam juga memiliki karakteristik lingkungan dan pembangunan yang sama dengan CPO,” tambah Iman Pambagyo.














