JAKARTA-Republik Tatarstan menyatakan keinginan mempererat kerja sama industri dengan Indonesia, terutama di bidang alat transportasi seperti helikopter, truk, dan kapal laut. Keinginan tersebut disampaikan Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov kepada Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubunyang didampingi Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional (KII) Kemenperin, Agus Tjahajana Wirakusumah di Kemenperin, Jakarta, Kamis (2/5).
Menurut Wamenperin, Indonesia pernah melakukan kerja sama dengan Republik Tatarstan pada 1960-an di bidang peralatan mesin industri dan alat berat. Kendati sempat terputus, kerjasama bilateral tersebut kembali dimulai pada 1998. “Tatarstan mempunyai keunggulan di bidang industri mesin dan alat berat. Mereka unggul dalam memproduksi helikopter, kapal laut, dan truk. Padahal jumlah penduduknya hanya sekitar 4 juta jiwa,” kata Wamenperin.
Dia menjelaskan, pemerintah mulai menjajaki kerja sama dengan Tatarstan karena negara pecahan Uni Soviet itu memiliki kompetensi di sektor industri alat berat, dan Indonesia membutuhkan untuk industri pertahanan. Kendati demikian, pemerintah perlu melakukan pertemuan kembali untuk membahas detil tentang bentuk kerja sama tersebut.














