JAKARTA- Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai Indonesia berpotensi kehilangan status investment grade.
Hal ini terjadi jika pemerintah lamban mengatasi masalah struktural, seperti pembenahan infrastruktur dan pemberantasan korupsi.
“Infastruktur dan korupsi juga menjadi subindikator penting dalam pemeringkatan,” ujar Direktur Fitch Ratings, Philip McNicholas di Jakarta, Rabu (6/2).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan (resilient) tinggi sehingga lembaga itu mengukuhkan kembali peringkat Investment Grade yang sudah diraih negeri ini Desember tahun 2011.
Meskipun demikian, Fitch Ratings mengingatkan, ada sejumlah faktor yang dapat memicu adanya peninjauan ulang terhadap peringkat BBB- yang sudah diraih tersebut.
“Setiap tahun kami bisa meninjau ulang dan bisa saja sebelum satu tahun,” kata Philip.
Selain persoalan infrastruktur dan korupsi, potensi kehilangan predikat investment grade juga disebabkan adanya kejutan signifikan dan berkepanjangan terhadap penurunan tingkat kepercayaan investor di dalam dan luar negeri.
Karena itu, jika situasi tersebut berlanjut pada tahap pelarian modal besar-besaran dan mengancam neraca keuangan eksternal pemerintah, maka status investment grade akan dicabut.














