Faktor lainnya kata dia, terjadinya penurunan kualitas pengelolaan kebijakan moneter dan fiskal.
Kondisi ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan neraca eksternal pemerintah dan memicu terjadinya peningkatan inflasi serta ketidakstabilan industri perbankan.
Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah mereformasi program-program anggaran dan memperluas basis penerimaan negara.
“Jika ini dilakukan, maka akan secara otomatis menciptakan kinerja anggaran yang tidak kaku,” imbuh dia.
Di tempat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Noor Rachman menyebutkan, meski penurunan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut.
Namun kondisi ini dinilai masih sejalan dengan status investment grade (BBB-) yang telah diberikan Fitch Ratings.
“Pertumbuhan ekonomi saat ini masih sejalan dengan investment grade yang diterima Indonesia. Artinya capital inflow masih akan tinggi, setidaknya investasi masih akan tetap besar,” kata Noor.
Dia menegaskan, kondisi ini sekaligus memastikan bahwa pada tahun ini investasi asing ke dalam negeri akan tetap bertumbuh yang nilainya paling tidak masih serupa dengan pencapaian di 2012.
“Investasi tahun lalu bagus, sehingga pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan dengan yang lainnya,” imbuh Noor.














