JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) merekomendasikan kepada para trader maupun investor untuk mengakhiri perdagangan Januari 2025 dengan mengoleksi empat Efek pilihan analis.
Menurut Retail Equity Analyst IndoPremier, Indri Liftiany di Jakarta, Kamis (30/1), pada pekan pendek atau hanya dua hari perdagangan di pengujung Januari ini terdapat empat sentimen yang patut dicermati para pelaku pasar.
Indri menyebutkan, keempat katalis yang akan mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut adalah Indeks PMI Manufaktur China, suku bunga acuan Federal Reserve AS, rebalancing indeks LQ45 dan IDX30, serta laporan keuangan emiten Tahun Buku 2024.
Terkait Indeks PMI Manufaktur China, kata Indri, pada Januari 2025 indeks ini dilaporkan terkontraksi ke level 49,1 atau lebih rendah dibandingkan dengan konsensus yang diprediksi tetap berada di level 50,1.
Kondisi ini sekaligus menandai kontraksi pertama di sektor manufaktur sejak September 2024 dan penurunan paling tajam dalam lima bulan.
“Aktivitas manufaktur yang melemah ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi China melemah dan juga berpotensi berimbas kepada penurunan permintaan batubara dari Indonesia,” ungkap Indri.
Perihal sentimen terkait pengumuman arah kebijakan Fed Funds Rate, Bank Sentral AS dijadwalkan akan mengumumkan mengenai kebijakan suku bunga pada 30 Januari waktu setempat.













