“Menilai dari beberapa data ekonomi yang telah dirilis, didapatkan hasil yang cukup variatif, namun memberikan kesimpulan bahwa ekonomi AS masih tergolong cukup kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut Indri menyatakan, berdasarkan hasil survei, sebesar 99,5 persen menunjukkan bahwa para pelaku pasar meyakini kalau The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 4,5-4,75 persen.
Selanjutnya terkait sentimen rebalancing Indeks LQ45 dan IDX30 yang akan dilakukan pada penutupan perdagangan 31 Januari 2025 dan akan efektif sejak perdagangan 3 Februari 2025.
“Tentu saja ini akan berpengaruh pada saham yang terkena rebalancing, LQ45 (Inclusion: CTRA, JPFA dan MAPA; Exclusion: BUKA, INTP dan MTEL) dan IDX 30 (Inclusion: EXCL dan ISAT, sedangkan Exclusion: ACES dan PGEO)”.
Terakhir, kata Indri, sentimen terkait rilis laporan keuangan beberapa emiten. Sejumlah perusahaan dijadwalkan akan mengumumkan laporan keuangan untuk periode berakhir 31 Desember 2024, sehingga berpotensi menjadi sentimen bagi perdagangan di pekan pendek ini.
Bercermin pada empat sentimen tersebut, pada akhir Januari ini IndoPremier yang belum lama ini menghadirkan Booster Modal hingga 10x, merekomendasikan kepada para trader maupun investor untuk mengoleksi empat Efek berikut ini:













