Menurutnya, industri kreatif, khususnya bidang digital, merupakan masa depan yang harus terus ditumbuhkan.
“Talenta anak-anak kita luar biasa, hanya belum semua tersambung dengan baik. Tugas kita adalah menjembatani agar potensi itu bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Chusnunia menilai keberadaan Infinite Studios Batam menjadi bukti konkret potensi besar Indonesia di bidang animasi.
General Manager Infinite Studios Ghea Lisanova menjelaskan pihaknya tengah menggarap proyek orisinil yang ditargetkan bisa segera dinikmati masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan bahwa Infinite Studios, yang berdiri sejak 2005 di Batam, kini memiliki lebih dari 300 tenaga kreatif lokal dan melayani berbagai klien internasional.
Kunjungan Komisi VII DPR RI dan Kemenkraf ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mendorong subsektor perfilman, animasi, dan video sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif Indonesia.















